ESSAI KECIL

 

IDENTIFIKASI SINYAL PENGARUH VARIABILITAS AKTIVITAS MATAHARI TERHADAP CURAH HUJAN DI AREA ITERA ASTRONOMICAL OBSERVATORY (IAO)

Serangkaian menggunakan kajian kelayakan daerah pembangunan observatorium dan mendukung

termin awal pengembangan sistem deteksi Sudden Ionospheric Disturbance (SID) pada
situs ITERA Astronomical Observatory (IAO), dalam penelitian ini akan dibahas identifikasi
dampak variabilitas kegiatan mentari memakai parameter Flare Index (FI) & Total
Solar Irradiance (TSI) terhadap parameter curah hujan jangka panjang pada daerah kajian.
Meskipun prosedur dampak kegiatan mentari terhadap sistem iklim pada Bumi masih
belum jelas, analisis dekomposisi frekuwensi dipercaya bisa dipakai menjadi galat satu metode
buat menggambarkan hubungan antara keduanya. Dekomposisi Singular Spectrum
Analysis (SSA) menurut 30 tahun data curah hujan bulanan stasiun memberitahuakn adanya
kemiripan osilasi inter-annual & interdecadal 22.lima tahun menggunakan FI & TSI meskipun
menggunakan magnitude yg lemah, yg menandakan adanya respon curah hujan
terhadap Hale cycle yg mendeskripsikan daur medan magnetik mentari . Analisis hubungan
homogen-homogen curah hujan tahunan GPCC menggunakan TSI, selama 110 tahun menurut 1901-2010,
menggunakan lag-time 1 tahun memberitahuakn adanya hubungan positif yg signifikan antara

keduanya, tetapi masih ada periode yg berkorelasi negatif dalam 1920an sampai 1950. Lag-
time antara respon hujan terhadap kegiatan mentari menandakan adanya prosedur lain

yg menghubungkan ke 2 variabel ini, lantaran beberapa daerah menaruh respon
menggunakan saat jarak yg berbeda-beda, sedangkan hubungan negatif dalam beberapa penelitian
diduga menjadi dampak respon iklim yg diakibatkan antara lain sang kegiatan vulkanik,
instrusi partikel debu interstellar, dinamika atmosfer-laut, & pengaruh gas tempat tinggal kaca.

Komentar